Apa fungsi
ginjal kita ?
Kedua ginjal kita adalah organ penting yang melakukan berbagai fungsi
untuk menjaga darah tetap bersih dan seimbang secara kimiawi. Pemahaman
mengenai cara kerja ginjal dapat membantu kita menjaga kesehatan.
Ginjal kita adalah organ berbentuk lonjong, masing-masing berukuran
serupa dengan kepalan tangan. Organ tersebut terletak dekat pertengahan
punggung, pas di bawah kerangka tulang rusuk. Ginjal adalah mesin
pendaurulang yang canggih. Setiap hari, ginjal kita menguraikan kurang
lebih 200 liter darah untuk menyaring sekitar dua liter bahan ampas dan
air berlebihan. Bahan ampas dan air berlebihan menjadi air seni, yang
mengalir ke kandung kemih melalui pembuluh yang disebut ureter. Kandung
kemih kita menyimpan air seni sampai kita buang air kecil.
Bahan ampas dalam darah kita berasal dari penguraian jaringan aktif
secara normal dan dari makanan yang kita konsumsi. Tubuh kita memakai
makanan untuk tenaga dan memperbaiki diri. Setelah tubuh kita sudah
mengambil apa yang dibutuhkan dari makanan, bahan ampas dikirim ke
darah. Bila ginjal kita tidak menghilangkannya, bahan ampas ini akan
bertumpuk dalam darah dan merusak tubuh kita.
Proses penyaringan terjadi di unsur sangat kecil di dalam ginjal kita
yang disebut nefron. Setiap ginjal mengandung kurang lebih sejuta
nefron. Dalam nefron, sebuah glomerulus – pembuluh darah yang sangat
kecil, atau kapiler – berjalin dengan pembuluh pengumpulan air seni
yang sangat kecil, yang disebut tubul. Penggantian kimia yang rumit
terjadi, dengan bahan ampas dan air keluar dari darah dan masuk ke
sistem air seni.
Pada awal, tubul tersebut menerima gabungan bahan ampas dan bahan kimia
yang masih berguna untuk tubuh kita. Ginjal kita membagikan bahan
kimia misalnya zat natrium, fosforus dan kalium, dan mengembalikan
bahan tersebut ke tubuh. Dengan cara ini, ginjal kita mengatur tingkat
bahan kimia tersebut di tubuh kita. Keseimbangan yang tepat dibutuhkan
untuk kehidupan, dan apabila berlebihan dapat berdampak buruk.
Selain menghilangkan bahan ampas, ginjal kita mengeluarkan tiga hormon
yang penting:
• eritropoietin, atau EPO, yang merangsang sumsum tulang untuk membuat
sel darah merah
• renin, yang mengatur tekanan darah
• kalsitriol, bentuk aktif vitamin D, yang membantu menahan zat kalsium
untuk tulang, dan untuk keseimbangan kimia yang normal dalam tubuh
Mengapa
ginjal gagal?
Sebagian besar penyakit ginjal menyerang nefron, mengakibatkan
kehilangan kemampuannya untuk menyaring. Kerusakan pada nefron dapat
terjadi secara cepat, sering sebagai akibat pelukaan atau keracunan.
Tetapi kebanyakan penyakit ginjal menghancurkan nefron secara perlahan
dan diam-diam. Kerusakan hanya tertampak setelah beberapa tahun atau
bahkan dasawarsa. Sebagian besar penyakit ginjal menyerang kedua buah
ginjal sekaligus.
Dua penyebab penyakit ginjal yang paling lazim adalah diabetes dan
tekanan darah yang tinggi. Bila ada keluarga kita mempunyai riwayat
masalah ginjal, kita mungkin berisiko penyakit ginjal.
Nefropati
diabetes
Diabetes adalah penyakit yang menghambat penggunaan glukosa (gula) oleh
tubuh. Bila ditahan dalam darah dan tidak diuraikan, glukosa dapat
bertindak seperti racun. Kerusakan pada nefron akibat glukosa dalam
darah yang tidak dipakai disebut nefropati diabetes. Bila kita dapat
menahan tingkat glukosa dalam darah tetap rendah, kita dapat menunda
atau mencegah nefropati diabetes.
Tekanan
darah tinggi
Tekanan darah yang tinggi dapat merusakkan pembuluh darah kecil dalam
ginjal. Pembuluh yang rusak tidak dapat menyaring bahan ampas dari
darah sebagaimana mestinya.
Dokter mungkin meresepkan obat darah tinggi. Obat darah tinggi disebut
penghambat enzim mengubah angiotensin (angiotensin-converting
enzyme/ACE inhibitor) dan penghalang reseptor angiotensin (angiotensin
receptor blocker/ARB) ditemukan lebih efektif untuk melindungi ginjal
dibandingkan obat lain yang mengurangi tekanan darah pada tingkat yang
sama. National Institutes of Health di AS mengusulkan orang dengan
diabetes atau fungsi ginjal yang rendah agar menahan tekanan darahnya
di bawah 130/80.
Penyakit
glomerular
Beberapa jenis penyakit ginjal digolongkan dalam kategori ini, termasuk
penyakit autoimun, penyakit terkait infeksi, dan penyakit sklerotik.
Sesuai dengan namanya, penyakit glomerular menyerang pembuluh darah
yang sangat kecil (glomeruli) dalam ginjal. Penyakit glomerular primer
yang paling lazim termasuk nefropati selaput (membranous nephropathy),
nefropati IgA, dan glomerularsklerosis segmental fokal (focal segmental
glomerulosclerosis). Protein, darah, atau keduanya dalam ari seni
sering kali menjadi tanda pertama penyakit ini. Penyakit glomerular
dapat merusakkan fungsi ginjal secara perlahan. Pengaturan tekanan
darah adalah penting untuk semua penyakit ginjal. Pengobatan untuk
penyakit glomerular dapat termasuk obat penekan imun atau steroid untuk
mengurangi peradangan dan proteinuria (protein dalam air seni),
tergantung pada penyakit.
Penyakit
ginjal bawaan
Beberapa penyakit ginjal berasal dari faktor bawaan, Contohnya,
penyakit ginjal polikistis (polycystic kidney disease/PKD) adalah
kelainan genetis dengan banyak kista tumbuh di ginjal. Kista PKD secara
bertahap dapat mengganti banyak massa ginjal, mengurangi fungsi ginjal
dan mengakibatkan kegagalan ginjal.
Beberapa masalah ginjal dapat tampak saat bayi masih berkembang dalam
kandungan. Contoh termasuk PKD autosomal recessive, bentuk PKD yang
jarang, dan masalah perkembangan lain yang mengganggu pembentukan
nefron secara normal. Tanda penyakit ginjal pada anak beragam. Seorang
anak mungkin bertumbuh sangat pelan, dapat sering muntah, atau mungkin
mengalami nyeri pada punggung atau pinggang. Beberapa penyakit ginjal
dapat “diam” selama beberapa bulan atau bahkan tahun.
Bila anak kita mempunyai penyakit ginjal, dokter anak seharusnya
menemukannya waktu pemeriksaan berkala. Tanda pertama masalah ginjal
mungkin tekanan darah tinggi, jumlah sel darah merah yang rendah
(anemia), atau darah atau protein dalam air seninya. Bila dokter
menemukan satu saja dari masalah ini, tes lanjutan mungkin
dibutuhkan,termasuk tes darah atau air seni tambahan, atau rontgen. Pada
beberapa kasus, dokter mungkin harus melakukan biopsi – mengambil
sepotong kecil dari ginjal untuk diperiksa dengan mikroskop.
Beberapa penyakit ginjal bawaan mungkin baru terdeteksi setelah dewasa.
Jenis PKD yang paling umum dulu disebut sebagai “PKD dewasa” karena
gejala tekanan darah yang tinggi dan kegagalan ginjal baru muncul
setelah pasien berusia 20-an atau 30-an tahun. Tetapi dengan
perkembangan dengan teknologi diagnosis, sekarang dokter dapat
menemukan kista pada anak dan remaja sebelum muncul gejala.
Penyebab
penyakit ginjal yang lain
Keracunan dan trauma, misalnya pukulan berat langsung pada ginjal, dapat
mengakibatkan penyakit ginjal.
Beberapa obat, termasuk obat tanpa resep, dapat meracuni ginjal bila
sering dipakai selama jangka waktu yang panjang. Produk yang
menggabungkan aspirin, asetaminofen, dan obat lain misalnya ibuprofen
ditemukan paling berbahaya untuk ginjal. Bila kita sering memakai obat
menawar nyeri, sebaiknya kita membahas dengan dokter untuk memastikan
bahwa tidak berisiko untuk ginjal kita.
Bagaimana
kegagalan ginjal terjadi?
Banyak faktor yang mempengaruhi kecepatan kegagalan ginjal yang belum
dipahami secara penuh. Para peneliti masih meneliti bagaimana protein
dalam makanan dan tingkat kolesterol dalam darah mempengaruhi fungsi
ginjal.
Kegagalan
ginjal akut
Beberapa masalah ginjal terjadi cepat, misalnya kecelakaan yang melukai
ginjal. Kehilangan banyak darah dapat menyebabkan kegagalan ginjal
secara tiba-tiba. Beberapa obat dan racun dapat menghentikan pekerjaan
ginjal. Penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba ini disebut sebagai
kegagalan ginjal akut (acute renal failure/ARF).
ARF dapat mengakibatkan kehilangan fungsi ginjal secara permanen.
Tetapi bila ginjal tidak dirusakkan secara berat, kegagalan ginjal ini
mungkin pulih.
Penyakit
ginjal kronis
Namun, kebanyakan masalah ginjal terjadi secara perlahan. Kita dapat
mengalami penyakit ginjal yang “diam” selama bertahun-tahun. Kehilangan
fungsi ginjal secara bertahap ini disebut penyakit ginjal kronis
(chronic kidney disease/CKD). Orang dengan CKD dapat melanjut menjadi
kegagalan ginjal secara permanen. Mereka juga berisiko tinggi terhadap
kematian akibat stroke atau serangan jantung.
Penyakit
ginjal stadium akhir
Kegagalan ginjal keseluruhan atau hampir keseluruhan secara permanen
disebut penyakit ginjal stadium akhir (end-stage renal disease/ESRD).
Orang dengan ESRD harus melakukan dialisis atau pencangkokan untuk
bertahan hidup.
Apa tanda
penyakit ginjal?
Orang dengan penyakit ginjal stadium awal umumnya tidak merasa sakit
sama sekali.
Bila penyakit ginjal kita menjadi semakin berat, kita mungkin buang air
kecil lebih sering atau lebih jarang. Kita mungkin merasa lemas atau
gatal. Kita dapat kehilangan nafsu makan atau mengalami mual dan muntah.
Tangan dan kaki kita dapat bengkak atau menjadi mati rasa. Kita
mungkin mengantuk atau mengalami kesulitan dalam konsentrasi. Kulit
kita dapat menjadi berwarna lebih gelap. Kita mungkin kejang.
Tes medis
apa yang dipakai oleh dokter untuk mendeteksi penyakit ginjal?
Karena kita dapat mempunyai penyakit ginjal tanpa gejala, mungkin
dokter kita pertama kali mendeteksikan masalah melalui tes darah dan
air seni secara berkala. National Kidney Foundation di AS mengusulkan
dilakukan tiga tes sederhana untuk skrining penyakit ginjal: tekanan
darah; tes noda untuk protein atau albumin dalam air seni
(proteinuria); dan hitungan glomerular filtration rate (GFR)
berdasarkan ukuran kreatinin serum. Pengukuran nitrogen urea dalam
darah (blood urea nitrogen/BUN) menyediakan informasi lebih lanjut.
Pengukuran
tekanan darah
Tekanan darah yang tinggi dapat mengakibatkan penyakit ginjal. Tekanan
darah yang tinggi juga dapat menjadi tanda bahwa ginjal kita sudah
mulai rusak. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah tekanan darah
kita ternyata tinggi adalah untuk minta tekanan diukur oleh petugas
kesehatan yang profesional dengan alat khusus. Hasilnya dicatat dalam
dua angka. Angka atas, yang disebut tekanan sistolik, menandai tekanan
saat jantung kita berdenyut. Angka bawah, yang disebut tekanan
diastolik, menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat antardenyut.
Tekanan darah kita dianggap normal bila tetap di bawah 120/80 (disebut
sebagai “120 di atas 80”). NHLBI mengusulkan bahwa orang dengan
penyakit ginjal memakai semua terapi yang dibutuhkan, termasuk
perubahan pada pola hidup dan pengobatan, agar tekanan darah tidak
melebihi 130/80.
Mikroalbuminuria
dan proteinuria
Ginjal yang sehat menghilangkan bahan ampas dari darah tetapi protein
tetap ditinggalkan. Ginjal yang rusak dapat gagal memisahkan protein
darah yang disebut albumin dari bahan ampas. Pada awal, hanya sedikit
albumin mungkin bocor sampai ke air seni, kondisi yang disebut
mikroalbuminuria, sebuah tanda bahwa fungsi ginjal memburuk.
Sebagaimana fungsi ginjal semakin rusak, jumlah albumin dan protein
lain dalam air seni semakin meningkat, kondisi yang disebut
proteinuria. Dokter mungkin akan memakai dipstik sebagai tes untuk
protein dalam contoh air seni yang diambil di klinik. Warna dipstik
menunjukkan keberadaan atau ketidakberadaan proteinuria.
Sebuah tes untuk protein atau albumin dalam air seni yang lebih peka
mencakup tes laboratorium dan hitungan rasio protein:kreatinin atau
albumin:kreatinin. Tes ini harus dipakai untuk mendeteksikan penyakit
ginjal pada orang berisiko tinggi, terutama dengan diabetes. Bila tes
laboratorium kita menunjukkan tingkat protein yang tinggi, sebaiknya
dilakukan tes ulang 1-2 minggu kemudian. Bila tes kedua juga
menunjukkan tingkat protein yang tinggi, kita mempunyai proteinuria
persisten, dan membutuhkan tes lanjutan untuk mengukur fungsi ginjal.
Glomerular
Filtration Rate (GFR) berdasarkan ukuran kreatinin
GFR adalah hitungan yang menandai tingkat efisiensi penyaringan bahan
ampas dari darah oleh ginjal. Hitungan GFR yang umum membutuhkan
suntikan zat pada aliran darah yang kemudian diukur pada pengambilan
air seni 24 jam. Baru-baru ini, para ilmuwan menemukan bahwa GFR dapat
dihitung tanpa suntikan atau pengambilan air seni. Hitungan baru ini
hanya membutuhkan pengukuran tingkat kreatinin dalam contoh darah.
Kreatinin adalah bahan ampas dalam darah yang dihasilkan oleh
penguraian sel otot secara normal selama kegiatan. Ginjal yang sehat
menghilangkan kreatinin dari darah dan memasukkannya pada air seni
untuk dikeluarkan dari tubuh. Bila ginjal tidak bekerja sebagaimana
mestinya, kreatinin bertumpuk dalam darah.
Dalam laboratorium, darah kita akan dites untuk menentukan ada berapa
miligram kreatinin dalam satu desiliter darah (mg/dL). Tingkat
kreatinin dalam darah dapat berubah-ubah, dan setiap laboratorium
mempunyai nilai normal sendiri, umumnya 0,6-1,2mg/dL. Bila tingkat
kreatinin sedikit di atas batas atas nila normal ini, kita kemungkinan
tidak akan merasa sakit, tetapi tingkat yang lebih tinggi ini adalah
tanda bahwa ginjal kita tidak bekerja dengan kekuatan penuh. Satu
rumusan untuk mengestimasikan fungsi ginjal adalah menyamakan tingkat
kreatinin 1,7mg/dL untuk kebanyakan laki-laki dan 1,4mg/dL untuk
kebanyakan perempuan sebagai 50% fungsi ginjal normal. Tetapi karena
tingkat kreatinin begitu berubah-ubah, dan dapat dipengaruhi oleh
makanan, hitungan GFR adalah lebih tepat untuk menentukan apakah kita
mempunyai fungsi ginjal yang rendah.
Hitungan GFR baru memakai ukuran kreatinin kita bersamaan dengan berat
badan, usia, dan nilai ditentukan untuk jenis kelamin dan ras. Beberapa
laboratorium dapat menghitung GFR saat tingkat kreatinin diukur, dan
memasukkannya pada laporan.
Blood Urea
Nitrogen (BUN)
Darah kita mengangkat protein pada sel di seluruh tubuh kita. Setelah
sel memakai protein, sisa bahan ampas dikembalikan ke darah sebagai
urea, sebuah senyawa yang mengandung nitrogen. Ginjal yang sehat
menghilangkan urea dari darah dan memasukkannya ke air seni. Bila
ginjal kita tidak bekerja dengan baik, urea itu akan tetap dalam darah.
Satu desiliter darah normal mengandung 7-20mg urea. Bila BUN kita lebih
dari 20mg/dL, ginjal kita mungkin tidak bekerja dengan kekuatan penuh.
Penyebab lain BUN tinggi yang mungkin termasuk dehidrasi dan kegagalan
jantung.
Bila tes darah dan air seni menunjukkan kehilangan fungsi ginjal,
dokter mungkin akan mengusulkan tes tambahan untuk membantu menentukan
penyebab masalah.
Tes
tambahan untuk penyakit ginjal
Gambar ginjal (renal imaging). Menggambarkan ginjal dapat
dilakukan dengan ultrasound, CT scan, atau MRI scan. Alat ini paling
membantu untuk mencari pertumbuhan yang abnormal atau tersumbatnya
aliran air seni.
Biopsi ginjal. Dokter mungkin ingin memeriksa sepotong kecil
jaringan ginjal kita dengan mikroskop. Untuk mengambil contoh jaringan
ini, harus dilakukan biopsi ginjal – tindakan yang dilakukan di rumah
sakit. Sebuah jarum kecil dimasukkan melalui kulit kita di belakang
ginjal. Jarum itu mengambil serat jaringan berukuran 1-2cm. Untuk
tindakan ini, kita harus tengkurap pada meja dan menerima pembiusan
lokal untuk mematirasakan kulit. Contoh jaringan akan membantu dokter
menentukan masalah di tingkat sel.
Apa stadium
penyakit ginjal?
GFR kita adalah tanda terbaik untuk menunjukkan kesehatan ginjal. Pada
2002, National Kidney Foundation AS menerbitkan pedoman pengobatan yang
menetapkan lima stadium CKD berdasarkan ukuran GFR yang menurun.
Pedoman tersebut mengusulkan tindakan yang berbeda untuk masing-masing
stadium penyakit ginjal.
- Risiko CKD meningkat. GFR 90 atau lebih dianggap normal.
Bahkan dengan GFR normal, kita mungkin berisiko lebih tinggi terhadap
CKD bila kita diabetes, mempunyai tekanan darah yang tinggi, atau
keluarga kita mempunyai riwayat penyakit ginjal. Semakin tua kita,
semakin tinggi risiko. Orang berusia di atas 65 tahun dua kali lipat
lebih mungkin mengembangkan CKD dibandingkan orang berusia di antara 45
dan 65 tahun. Orang Amerika keturunan Afrika lebih berisiko
mengembangkan CKD.
- Stadium 1: Kerusakan ginjal dengan GFR normal (90 atau
lebih). Kerusakan pada ginjal dapat dideteksi sebelum GFR mulai
menurun. Pada stadium pertama penyakit ginjal ini, tujuan pengobatan
adalah untuk memperlambat perkembangan CKD dan mengurangi risiko
penyakit jantung dan pembuluh darah.
- Stadium 2: Kerusakan ginjal dengan penurunan ringan pada
GFR (60-89). Saat fungsi ginjal kita mulai menurun, dokter akan
memperkirakan perkembangan CKD kita dan meneruskan pengobatan untuk
mengurangi risiko masalah kesehatan lain.
- Stadium 3: Penurunan lanjut pada GFR (30-59). Saat CKD
sudah berlanjut pada stadium ini, anemia dan masalah tulang menjadi
semakin umum. Kita sebaiknya bekerja dengan dokter untuk mencegah atau
mengobati masalah ini.
- Stadium 4: Penurunan berat pada GFR (15-29). Teruskan
pengobatan untuk komplikasi CKD dan belajar semaksimal mungkin mengenai
pengobatan untuk kegagalan ginjal. Masing-masing pengobatan
membutuhkan persiapan. Bila kita memilih hemodialisis, kita akan
membutuhkan tindakan untuk memperbesar dan memperkuat pembuluh darah
dalam lengan agar siap menerima pemasukan jarum secara sering. Untuk
dialisis peritonea, sebuah kateter harus ditanam dalam perut kita. Atau
mungkin kita ingin minta anggota keluarga atau teman menyumbang satu
ginjal untuk dicangkok.
- Stadium 5: Kegagalan ginjal (GFR di bawah 15). Saat ginjal
kita tidak bekerja cukup untuk menahan kehidupan kita, kita akan
membutuhkan dialisis atau pencangkokan ginjal.
Selain memantau GFR, tes darah dapat menunjukkan apakah zat-zat
tertentu dalam darah kurang berimbang. Bila tingkat fosforus atau
kalium mulai naik, sebuah tes darah akan mendesak dokter untuk
menangani masalah ini sebelum mempengaruhi kesehatan kita secara
permanen.
Apa yang
dapat kita lakukan terkait penyakit ginjal?
Sayangnya, penyakit ginjal kronis sering tidak dapat disembuhkan.
Tetapi bila kita pada stadium awal penyakit ginjal, kita mungkin dapat
menahan fungsi ginjal lebih lama dengan mengambil beberapa langkah
tertentu. Kita juga sebaiknya memastikan bahwa risiko serangan jantung
dan stroke dikurangi, karena pasien CKD rentan terhadap masalah ini.
- Jika
kita diabetes, mengawasi dan mengendalikan tingkat glukosa dalam darah
secara ketat. Bahas pengobatan terkini dengan dokter.
- Hindari obat penawar nyeri yang dapat memperburuk penyakit
ginjal. Bahas dengan dokter sebelum mulai penggunaan obat atau jamu
apa pun.
Tekanan
darah
Orang dengan fungsi ginjal yang rendah (tingkat kreatinin dalam darah
yang tinggi, atau pengeluaran kreatinin yang rendah) harus
mengendalikan tekan darah, dan penghambat ACE atau ARB harus termasuk
dalam pengobatannya. Banyak orang membutuhkan dua atau lebih macam obat
untuk menahan tekanan darah di bawah 130/80. Obat diuretik adalah
tambahan penting pada penghambat ACE atau ARB.
Diet
Orang dengan fungsi ginjal yang rendah harus sadar bahwa beberapa
bagian dari diet yang normal dapat memperburuk kegagalan ginjal.
Protein. Protein adalah penting untuk tubuh kita. Protein
membantu tubuh kita memperbaiki otot dan melawan penyakit. Kita
mendapatkan sebagian besar protein dari daging. Seperti dibahas di
atas, ginjal yang sehat menghilangkan bahan ampas dari darah tetapi
meninggalkan protein. Ginjal yang rusak tidak memisahkan protein dari
bahan ampas.
Beberapa dokter mengusulkan pasien untuk membatasi jumlah protein yang
dikonsumsi agar pekerjaan ginjalnya dikurangi. Tetapi kita tidak dapat
menghindari protein secara keseluruhan. Kita mungkin harus konsultasi
dengan ahli gizi untuk membentuk rencana pola makan yang tepat.
Kolesterol. Satu masalah lagi yang mungkin terkait dengan
kegagalan ginjal adalah tingkat kolesterol yang terlalu tinggi dalam
darah. Tingkat kolesterol yang tinggi dapat disebabkan oleh konsumsi
makanan tinggi lemak.
Kolesterol dapat menumpuk pada dinding dalam di pembuluh darah.
Tumpukan ini meningkatkan beban pada jantung dalam memompa darah
melalui pembuluh dan dapat mengakibatkan serangan jantung dan stoke.
Merokok. Merokok tidak hanya meningkatkan risiko penyakit
ginjal, tetapi juga meningkatkan kematian akibat stroke dan serangan
jantung pada orang dengan CKD. Kita sebaiknya mencoba berhenti merokok.
Zat natrium. Zat natrium adalah bahan kimia yang ditemukan pada
garam dan makanan lain. Natrium dalam makanan kita dapat meningkatkan
tekanan darah, jadi kita sebaiknya menghindari makanan yang mengandung
tingkat natrium yang tinggi.
Zat kalium. Zat kalium adalah mineral yang ditemukan secara
alami di banyak buahan dan sayuran, misalnya jeruk, kentang, pisang,
buah kering, buncis kering dan kacang. Ginjal yang sehat mengatur
tingkat zat kalium dalam darah, dan membuang kelebihannya. Ginjal yang
sakit mungkin tidak berhasil menghilangkan kalium yang berlebih, dan
dengan fungsi ginjal yang sangat buruk, tingkat kalium yang tinggi
dapat mempengaruhi denyut jantung.
Mengobati
anemia
Anemia terjadi karena darah tidak mempunyai cukup sel darah merah. Sel
ini adalah penting karena mereka mengangkat oksigen ke seluruh tubuh.
Bila kita anemia, kita akan merasa kelelahan dan kelihatan pucat.
Ginjal yang sehat membuat hormon EPO, yang merangsang tulang untuk
membuat sel darah merah. Ginjal yang sakit mungkin tidak mampu membuat
EPO dalam jumlah yang cukup. Kita mungkin membutuhkan suntikan EPO.
Persiapan
untuk penyakit ginjal stadium akhir (ESRD)
Sebagaimana penyakit ginjal kita berlanjut, kita harus mengambil
beberapa keputusan. Kita harus belajar mengenai pilihan untuk mengobati
ESRD agar kita dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang
lengkap dan benar antara hemodialisis, dialisis peritonea, dan
pencangkokan.
Apa yang
terjadi bila ginjal kita gagal total?
Kegagalan ginjal yang total dan yang tidak dapat dipulihkan kadang
disebut penyakit ginjal stadium akhir (ESRD). Bila ginjal kita berhenti
bekerja sama sekali, tubuh kita diisi dengan air tambahan dan bahan
ampas. Kondisi ini disebut uremia. Tangan dan kaki mungkin bengkak.
Kita akan merasa lelah dan lemas karena tubuh kita membutuhkan darah
yang bersih untuk berfungsi sebagaimana mestinya.
Uremia yang tidak diobati dapat mengarah pada kejang atau koma, dan
akhirnya akan mengakibatkan kematian. Bila ginjal kita berhenti bekerja
secara keseluruhan, kita akan membutuhkan dialisis atau pencangkokan
ginjal.
Dialisis
Dua bentuk dialisis utama adalah hemodialisis dan dialisis peritonea.
Pada hemodialisis, darah kita dialihkan melalui penyaringan yang
menghilangkan bahan ampas. Darah bersih dikembalikan ke tubuh kita.
Hemodialisis umumnya dilakukan pada pusat dialisis tiga kali seminggu
untuk 3-4 jam.
Pada dialisis peritonea, sejenis cairan dimasukkan pada perut. Cairan
ini menangkap bahan ampas dari darah kita. Setelah beberapa jam, cairan
ini yang mengandung bahan ampas tubuh kita dibuang. Kemudian,
sekantong cairan baru diinfus ke perut. Kita dapat melakukan dialisis
peritonea sendiri. Bila kita memakai dialisis peritonea yang
berlangsung secara terus-menerus sebagai rawat jalan (continuous
ambulatory peritoneal dialysis/CAPD), kita harus mengganti cairan empat
kali sehari. Ada bentuk dialisis peritonea lain, yang disebut dialisis
peritonea terus-menerus bersiklus (continuous cycling peritoneal
dialysis/CCPD), yang dapat dilakukan pada malam hari dengan alat yang
mengosongkan dan mengisi kembali perut secara otomatis.
Pencangkokan
Sebuah ginjal yang dapat disumbangkan oleh donor tanpa nama yang baru
saja meninggal atau dari orang yang masih hidup, umumnya sanak saudara.
Ginjal yang kita terima harus cocok dengan tubuh kita. Semakin mirip
ginjal baru dengan kita, semakin tidak mungkin sistem kekebalan tubuh
akan menolaknya. Sistem kekebalan tubuh kita melindungi kita dari
penyakit dengan melawan apa saja yang dianggap ‘asing’ atau bukan bagian
normal dari tubuh kita. Oleh karena itu, sistem kekebalan tubuh kita
akan melawan dengan ginjal yang tampaknya terlalu ‘asing’. Kita akan
memakai obat khusus untuk membantu ‘menipu’ sistem kekebalan tubuh
sehingga ginjal yang dicangkok tidak ditolak.
Harapan
melalui riset
Sebagaimana pemahaman kita mengenai penyebab kegagalan ginjal
bertambah, maka kemampuan kita untuk meramalkan dan mencegah penyakit
ini juga akan bertambah. Penelitian baru menunjukkan bahwa pengendalian
diabetes dan tekanan darah yang tinggi secara intensif dapat mencegah
atau menunda permulaan penyakit ginjal.
Di bidang genetik, para peneliti sudah mengenal dua gen yang
menyebabkan bentuk PKD yang paling lazim, dan mengetahui bahwa
seseorang harus mempunyai kelainan pada dua gen PKD1 untuk
mengembangkan PKD. Para peneliti juga menemukan bahwa ada gen di cacing
bulat yang persis sama dengan gen PKD1. Pengetahuan baru ini akan
dipakai untuk mencari terapi yang efektif untuk mencegah atau mengobati
PKD.
Di bidang pencangkokan, obat baru untuk membantu tubuh kita menerima
jaringan asing meningkatkan kemungkinan ginjal yang dicangkok akan
tetap bertahan dan berfungsi sebagaimana mestinya. Para ilmuwan juga
mengembangkan teknik baru untuk memicu toleransi untuk jaringan asing
pada pasien sebelum mereka menerima organ cangkokan. Teknik ini akan
menghilangkan atau mengurangi kebutuhan akan obat penekan kekebalan dan
dengan demikian mengurangi biaya dan kerumitan. Di masa depan, ada
harapan bahwa para ilmuwan dapat mengembangkan ginjal buatan untuk
pencangkokan.
Garis dasar
- Ginjal kita adalah orang penting yang membersihkan darah dan
menjaga keseimbangan darah kita secara kimia
- Kelanjutan pada penyakit ginjal dapat diperlambat, tetapi
tidak selalu dapat dipulihkan
- Penyakit ginjal stadium akhir (ESRD) adalah kehilangan
fungsi ginjal secara keseluruhan
- Dialisis dan pencangkokan dapat memperpanjang kehidupan
orang dengan ESRD
- Diabetes dan tekanan darah yang tinggi adalah dua penyebab utama
kegagalan ginjal
- Kita sebaiknya periksa ke spesialis penyakit ginjal secara
berkala bila kita mempunyai penyakit ginjal
- Penyakit ginjal kronis (CKD) meningkatkan risiko serangan
jantung dan stroke
- Bila kita mengalami penyakit ginjal stadium awal, kita
mungkin dapat melindungi sisa fungsi ginjal selama bertahun-tahun
dengan:
• mengawasi glukosa dalam darah
• mengawasi tekanan darah
• memakai diet protein rendah
• menjaga tingkat kolesterol yang sehat dalam darah
• memakai penghambat ACE atau ARB
• berhenti merokok